Senin, 02 Juni 2014

BEBERAPA ISU DALAM ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN



BEBERAPA ISU DALAM ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN

Analisis berdasarkan laporan keuangan akan melibatkan beberapa perbandingan baik terhadap perusahaan lainnya atau terhadap data periode-periode sebelumnya. Isu tersebut adalah :
a.        Laporan keuangan yang disesuaikan kembali.
Ada beberapa situasi dimana perusahaan diharuskan menyesuaikan kembali laporan
 keuangan periode yang lalu :
  1.  Jika perusahaan pada periode sekarang memutuskan untuk menghentikan lini bisnis tertentu, maka pendapatan dan biaya yang berkaitan dengan lini bisnis tersebut dan laba atau rugi yang diharapkan disebabkan pelepasan lini bisnis tersebut akan diklasifikasikan dalam item “operasi yang dihentikan” (discountinued operation) dalam laporan rugi laba.
  2.  Jika perusahaan bergabung dengan perusahaan lain dalam transaksi yang masuk pada kategori pooling of interest, laporan keuangan yang lama ( periode lalu ) harus menyesuaikan laporan keuangan yang baru seperti kalau kedua perusahaan tersebut bergabung sejak dulu.
  3. Perubahan –perubahan prinsip akuntansi (missal, perubahan dari lifo menjadi fifo ) mengharuskan perusahaan menyesuaikan kekmbali laporan keuangan masalalunya supaya mencerminkan prinsip yang baru tersebut.
b. Perbedaaan klasifikasi rekening.
Seringkali perusahaan melakukan klasifikasi item-item atau rekening-rekening dalam laporan kuangan berbeda satau sama lainnya. Jika ada informasi yang cukup, penyesuaian bias dilakukan agar perbandingan lebih konsisten tetapi jika tidak ada informasi yang cukup barangkali tidak perlu dilakukan penyesuaian. Pada situasi seperti ini harus memberi cacatan mengenai perbedaan klasifikasi rekening tersebut agar interpretasi lebih lanjut bisa mengacu pada catatan tersebut.
c. Perbedaan prinsip-prinsip akuntansi.
Sumber lain yang menyebabkan data bisa berbeda satu sama lain adalah penggunaan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda. Dalam batasan yang telah ditentukan prinsip akuntansi perusahaan masih mempunyai beberapa alternatif penggunaan metode atau prinsip akuntansi yang dipakai untuk pelaporan laporan keuangan.
Apabila ada informasi yang cukup, sehingga penyesuaian bias dilakukan tanpa membuat asumsi yang tidak realistis, maka penyesuaian bisa dilakukan. Tetapi apabila tidak ada i`nformasi yang cukup, barang kali tidak perlu dilakukan penyesuaian dan perbedaan tadi akan di bicarakan dalam tahap interpretasi.

d. Perbedaaan penanggalan laporan keuangan.
Meskipun kebanyakan laporan keuangan menggunakan Desember sebagai akhir periode, tetapi ada beberapa perusahaan yang menggunakan penanggalan akhir periode bulan yang lain. Pilihan semacam ini semakin popular apabila perusahaan ingin menyesuaikan laporan keuangannya dengan siklus musiman bisnis. Siklus musiman biasanya tidak harus sesuai dengan penanggalan akhir Desember.
e. Perbandingan dengan data historis dan dengan perusahaan.
Apabila analisis melakukan perbandingan data keuangan dengan data-data masa lalu maka ia akan melakukan analisis time series. Semakin banyak observasi yang ia punyai analisis akan semakin baik.
Dalam analisis semacam itu analisis harus memperhatikan factor-faktor yang akan berpengaruh besar terhadap perilaku data, dan bias menjadi dasar interpretasi keuangan perusahaan. Contoh factor tersebut adalah :
  1.  Perubahan lini produk yang signifikan,missal melalui akuisisi atau penjualan anak perusahaan. Kejadian semacam itu tentu akan mempengaruhi trend data keuangan dan akan mempengaruhi analisis perbandingan dengan data masa lalu (analisis time series).
2.     Perubahan prinsip dan metode akuntansi. Perubahan ini akan mempengaruhi data time series.

Beberapa isu dalam pemakaian rata-rata industry antara lain :
a)      Definisi industri.
Biasanya perusahaan mempunyai banyak divisi yang bergerak berbeda satu sama lainya. Pada situasi ini hanya divisi yang bergerak pada industri yang relevan yang bisa digunakan sebagai perbandingan.
b)      Perhitungan rata-rata industri.
c)      Distribusi atas nilai rata-rata.
Interprestasi terhadap penyimpangan rasio keuangan suatu perusahaan terhadap rata-rata industri akan berlainan apabila kita juga mempunyai indormasi standar deviasinya.
d)     Definisi rasio keuangan
Definisi tersebut berbeda dari satu publikasi ke publikasi lain . karena itu seorang analis harus mencermati definisi rasio-rasio keuangan ini.

Dengan memahami beberapa keterbatasan tersebut analisis keuangan bias lebih berhati-hati dalam melakukan analisis.

Referensi
Hanafi, mamduh,abdul halim(2003),analisis laporan keuangan,yogyakarta:UPP-AMP                   YKPN.

http://jeychacol3ct10n.blogspot.com/2011/04/beberapa-isu-dalam-analisis.html

```````````````

Tidak ada komentar:

Posting Komentar